Kamis, 26 Juni 2014

Politik dan Strategi Nasional

Politik adalah pembentukan keukuasaan dalam masyarakat dalam membuat suatu keputusan untuk negara. Politik juga diartikan sebagai seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. Sedangkan Strategi nasional adalah perencanaan dan memutuskan sesuatu untuk kepentingan negara. Politik dan strategi pertahanan nasional harus berjalan selaras. Strategi nasioanal dirancang untuk menjawab kepentingan nasional negara tersebut. Setiap strategi di masing-maisng negara berbeda karena kebijakan dan kebutuhan masyarakat disetiap negar berbeda-beda satu sama lainnya. Sebagai salah satu negara berdaulat dan bermartabat, tentunya Indonesia harus memiliki strategi besar yang dapat menjamin tercapainya segala kepentingan nasional guna mewujudkan tujuan nasional menciptakan masyarakat adil dan makmur.

Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “Infrastruktur Politik”, yang mencakup pranata-pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang

Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka, karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan.
Dalam melakukan analisis sistem bisa dengan pendekatan satu segi pandangan saja seperti dari sistem kepartaian, tetapi juga tidak bisa dilihat dari pendekatan tradisional dengan melakukan proyeksi sejarah yang hanya berupa pemotretan sekilas. Pendekatan yang harus dilakukan dengan pendekatan integratif yaitu pendekatan sistem, pelaku-saranan-tujuan dan pengambilan keputusan

Kapabilitas sistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan. Pandangan mengenai keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini berbeda diantara para pakar politik. Ahli politik zaman klasik seperti Aristoteles dan Plato dan diikuti oleh teoritisi liberal abad ke-18 dan 19 melihat prestasi politik diukur dari sudut moral. Sedangkan pada masa modern sekarang ahli politik melihatnya dari tingkat prestasi (performance level) yaitu seberapa besar pengaruh lingkungan dalam masyarakat, lingkungan luar masyarakat dan lingkungan internasional. Pengaruh ini akan memunculkan perubahan politik. Adapun pelaku perubahan politik bisa dari elit politik, atau dari kelompok infrastruktur politik dan dari lingkungan internasional.

Selasa, 24 Juni 2014

Ketahanan Nasional



Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yang berarti suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar.  Secara langsung ataupun tidak langsung akan dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Mungkin juga kita sudah memperoleh gambarannya. Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Dalam perjuangan mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang  membahayakan keselamatannya.

Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.
Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya.

Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.

Minggu, 08 Juni 2014

WAWASAN NUSANTARA

Wawasan nusantara memiliki beberapa pola pikir dan pola sikap yang senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara republik Indonesia, dan wawasan nusantara harus kita terapkan dalam kehidupan nasional seperti kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dalam menerapkan wawasan nusantara, kita sebaiknya harus mengetahui pengertian dasar, kedudukan, hakikat, fungsi dan tujuan dari wawasan nusantara. Berdasarkan tentang teori-teori wawasan, latar belakang falsafah pancasila, latar belakang pemikiran aspek kewilayahan, aspek sosial budaya dan aspek kesejahteraan, terbentuklah satu wawasan Indonesia yg disebut wawasan nusantara.

Wawasan nusantara harus dijadikan pedoman dalam memelihara dan membangun tuntutan bangsa. Oleh karena itu penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir dan pola sikap yang senantiasa lebih mementingkan bangsa dan Negara daripada  kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir dan bertindak dalam menghadapi berbagai masalah  yang menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

a.      Impementasi dalam kehidupan politik
b.      Implementasi dalam kehidupan ekonomi
c.       Implementasi dalam kehidupan sosial budaya
d.      Implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan

Kehidupan politik
            Pelaksanaan kehidupan politik diatur dalam undang-undang, seperti UU partai politik, UU pemilihan umum, dan UU peilihan presiden. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hokum yang berlaku. Seluruh bangsa indonesiaharus mempunyai dasar hokum bagi setiap warga Negara.

Kehidupan ekonomi
            Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antar daerah. Oleh karena itu, dengan adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi. Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat.

kehidupan sosial budaya
            mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi Antara masyarakat yang berbda, dari segibudaya, status sosial maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan disemua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.

kehidupan pertahanan keamanan
            membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antar warga Negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.


            Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bhwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warganegara yang memiliki cara pandang. Agar k-2 hal dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah.